Ribuan Komite Hadiri Kongres Masyarakat Adat Nusantara di Sentani

PAPUALINK,Sentani-Pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) tahun 2022 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Jayapura bakal dihadiri sedikitnya 2.449 Peserta yang mewakili Komite adat dari seluruh Indonesia. Hal ini dikatakan ketua umum panitia KMAN 2002 Matius Awoitau yang juga menjabat sebagai Bupati Kabupaten Jayapura dalam rapat bersama seluruh paguyuban kerukunan yang ada di Tanah Papua.

Dirinya mengatakan sampai saat ini pihaknya siap menyambut seluruh peserta KMAN di tanah Tabi. “Kami siap memberikan penyambutan yang terbaik bagi peserta, dan sampai saat ini koordinasi intens kami lakukan bersama seluruh stakeholders,”ujarnya di sela sela pertemuan dengan Seluruh Paguyuban yang ada di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura (17/10) di Hotel Suni Sentani.

Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) sendiri merupakan acaralima tahunan dan untuk Tahun 2022 ini digelar kembali pada 24-30 Oktober 2022 di Wilayah Adat Tabi, Jayapura, Papua.

Kongres AMAN keenam ini akan digelar di tepi Danau Sentani dengan dihadiri ribuan masyarakat adat di Indonesia dan sekitar seratusan di antaranya merupakan perwakilan mastarakat adat dari luar negeri.

Kongres kali ini akan merefleksikan apa yang akan kami kerjakan lima tahun ke depan dan merumuskan sikap dan pandangan untuk, mengonsolidasikan gerakan Masyarakat Adat, melakukan dialog, serta menetapkan mekanisme organisasi.

Ketua Panitia KMAN VI sekaligus Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengutarakan bahwa kongres akan menjadi pelangi indah di Wilayah Adat Tabi sebagai tuan rumah. “Kita harus bersatu dan kompak karena ini adalah persembahan luar biasa bagi masyarakat adat. Kita akan sambut saudara-saudara kita,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dalam Kongres Masyarakat Adat Nusantara nanti, akan ditampilkan lebih dari 2.000 masyarakat adat dengan ciri khas mereka yang unik. “Papua sudah siap menerima teman-teman dari seluruh masyarakat adat Indonesia dan dunia untuk datang dan berkongres,” katanya.

Menurut Mathius, jika mengikuti jadwal, seharusnya kongres digelar pada Maret lalu. Tapi kongres diputuskan berlangsung pada Oktober karena pada 24 Oktober bertepatan dengan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura ke-9 dan Festival Danau Sentani.(ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *